Kamis, 21 Desember 2017

Kendala Dalam Pembangunan Cimanggis-Cibitung Toll Ways.


Lokasi pembangunan CCTW sesi II 

     Kepala Keselamatan, Kesehatan dan Keamanan Kerja (K3) Waskita Karya, Arnov, mengatakan bahwa proyek tersebut sudah dimulai sejak bulan September 2016, namun sempat diberhentikan (12/16) karena terdapat pengenalan metode baru kepada manajemen kota wisata, perubahan desain serta elevasi pada proyek jalan underpass kota wisata.

    Kemudian, Pada Februari 2017, pengerjaan proyek Cimanggis-Cibitung Toll Ways (CCTW) sesi 2 kembali dilanjutkan. Namun terdapat kembali kendala yaitu masalah pembebasan lahan.

    Sabtu, (16/12/17) Warga sekitar mengadakan unjuk rasa disekitar lokasi proyek dan mengatakan bahwa proyek tersebut telah merusak keseimbangan alam sekitar. Padahal sebelumnya telah terjadi kesepakatan antara kontraktor dengan warga dan pihak manajemen kota wisata bahwa setelah akan dijadikan pembangunan tol akan diadakan lahan terbuka hijau disekitar daerah tersebut, Selain melakukan unjuk rasa mereka juga mengajukan uang ganti rugi sekitar 1,3 M Tutur Arnov.

     Menurutnya, Jika kendala pembebasan lahan proyek Cimanggis Cibitung Toll Ways sudah teratasi, diperkirakan proyek tersebut akan selesai bulan Agustus 2018.


Documentasi:

Kegiatan wawancara

Lokasi Pembangunan Jalan Toll Sesi II

Lokasi Pembangunan Jalan Toll Sesi II

Selasa, 03 Oktober 2017

Penyediaan Fasilitas MCK Untuk Meningkatkan Taraf Hidup Masyarakat



WARGA Kampung Paseban, Desa Hegarmanah, Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur,


MCK dan Air Bersih merupakan kebutuhan dasar yang seharusnya ada disetiap rumah. Namun, di pedesaan masih belum terlaksana dan masih banyak masyarakat yang belum memiliki. 

Padahal ketersedian air bersih dan MCK sangat berkaitan dengan produktivitas manusia. Karena tidak adanya MCK dan air bersih akan membuat anak dan masyarakat menjadi tidak sehat dan kurang gizi.

Sebanyak 188.346 RTS (Rumah Tangga Sasaran) dari total 269.131 RTS di Cianjur tak miliki fasilitas Mandi Cuci Kakus (MCK). Data tersebut berdasarkan data dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Cianjur.

Kampung Paseban, Desa Hegarmanah, Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur salah satunya. Setiap saat, mereka  menggunakan aliran sungai di daerahnya untuk berbagai kebutuhan. Seperti untuk mencuci, mandi, bahkan buang air besar di aliran sungai yang sama. Ini tentu tak baik untuk kesehatan,masyarakat terancam penyakit diare dan kulit.

Menurut penuturan warga "Dari dulu kami memanfaatkan sungai ini. Airnya memang sudah tak sejernih dulu. Tapi mau apa lagi, kami tidak punya dana untuk buat MCK, apalagi jamban"

Hal tersebut mendorong saya untuk mewujudkan program sanitasi didesa hegarmanah kecamatan sukaluyu dengan membangun fasiltas mck dan air bersih. Sehingga masalah sanitasi seperti kekurangan air bersih dan mck dapat teratasi.

Bagi saya MCK adalah sarana yang menunjang kehidupan sosial, budaya serta kesehatan masyarakat, MCK  sehat merupakan cerminan lingkungan yang sehat dan bersih.

Semoga pembangunan fasilitas mck dapat memperbaiki taraf hidup dan kesehatan masyarakat Desa Hegarmanah Kecamatan Sukaluyu.

Referensi:
detik.com
Wikipedia
economy.okezone.com
Kompas.com
www.pikiran-rakyat.com

Penulis:

Dityas Wiranto Yudho
1TA04

Senin, 18 September 2017

Dampak Hallyu Wave Dalam Kehidupan Remaja



Akhir-akhir ini gejala maraknya fanatisme buta sedang melanda dunia, terutama di kalangan Remaja Indonesia. Segala bentuk fanatisme buta ini sudah mengarah kepada perilaku yang negatif sehingga perlu diperbaiki. Salah satunya adalah fanatisme kepada Korean Wave atau Demam Korea

Korean Wave atau Hallyu Wave yang lebih dikenal dengan sebutan Demam Korea merupakan istilah yang memiliki arti pengaruh budaya modern Korea yang masuk di negara-negara lain termasuk salah satunya Indonesia. Istilah–istilah tersebut bukanlah sesuatu hal yang aneh bagi masyarakat, karena berbagai media massa dan masyarakat dunia tengah memperhatikan dan membicarakan fenomena ini dan tanpa sadar ikut mengkonsumsinya.

Terlebih setelah masuknya K-Pop, tari, Drama korea, Fashion, dan Makanan di Indonesia membuat pergeseran budaya asli indonesia seperti music tradisional asli Indonesia, tari,  semakin kurang diminati. Berawal dari musik dan film, kemudian demam kebudayaan Korea Selatan menyebar di seluruh dunia.

Demam Korea sudah memasuki remaja Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Hal itu mendorong terciptanya sebuah fenomena fanatisme di mana para tokoh idola dari negeri ginseng tersebut menjadi acuan dalam berperilaku bagi remaja dan generasi muda di tanah air pada proses pembentukan identitas dirinya.

Pada umumnya, remaja mengikuti atau meniru pada seseorang yang dianggap sebagai idola. Ketika remaja mengidolakan seseorang, maka mereka akan mengidentitaskan dirinya pada tokoh idola nya tersebut, lalu berusaha untuk mewujudkan dirinya seperti tokoh idolanya. Seperti meniru sifat, kemampuan atau keahlian yang dimiliki oleh tokoh idolanya.

Karena masa remaja merupakan masa perubahan dari masa anak–anak menuju masa pendewasaan. Dalam masa ini terjadi perubahan emosi dan perubahan sosial pada remaja. Masa remaja penuh dengan gejolak, penuh dengan pengenalan dan petualangan akan hal-hal baru dan masa pencarian jati diri. Untuk mencari jati diri mereka, seorang remaja merasa tertantang dan tertarik untuk membuktikan kemampuannya. Dalam masa ini remaja menjadi sangat labil dan menjadi mudah terpengaruh akan hal yang dilihat maupun hal yang terjadi di sekitarnya.

Indonesia menjadi salah satu  negara dengan fans Kpop terbanyak. Berrdasarkan sumber dari kompas.com salah satu fans kpop terbesar yaitu army indonesia (sebutan fans bts)  masuk kedalam peringkat tiga besar dengan fans terbanyak. Di peringkat ke-10, kesembilan, dan kedelapan, ada Meksiko, Amerika Serikat, dan Brazil. Posisi keenam, kelima, dan keempat diduduki oleh Malaysia, Thailand, dan Vietnam. Yang mengherankan, Korea Selatan "hanya" menempati posisi kedua, dengan kurang lebih 495.000 penggemar. Dan Peringkat pertama adalah filipina! Negara tersebut memiliki 21 persen dari jumlah total penggemar BTS di seluruh dunia.

Kefanatismean atau kefanatikan fans K-Pop ini sudah sangat berlebihan. Umumnya, mereka memperjuangkan hidupnya hanya karena Idol K-Pop nya. Faktanya, banyak sekali yang rela mengantri dan berani mengeluarkan uang berjuta-juta hanya demi melihat Idol K-Pop, membeli album, lightstick dan merchandise Idola kesayangannya itu, bahkan jika ada idolanya datang ke indonesia adapula yang berani bolos sekolah demi melihat idola secara langsung.

Tidak sampai disitu, tindakan para fans pun sudah diluar batas wajar. Ada beberapa dari mereka (fans kpop) yang sengaja menampar, memegang, membuntuti idolanya pergi, bahkan menyelinap masuk ke dalam hotel dimana idolanya menginap dan mencoba menciumnya dengan paksa.

Untuk menghindari dampak-dampak dari hallyu wave memang tidaklah mudah apalagi di era globalisasi yang tidak mengenal batas ruang dan waktu. Budaya korean wave ini bersifat ringan dan mudah diterima oleh masyarakat banyak, apalagi setelah merangkul media massa yang berkembang di tengah masyarakat modern.

Pada kondisi inilah, pendidikan karakter, agama dan penanaman rasa nasionalisme perlu diperkuat. Semua pihak harus berkomitmen untuk mengembangkan karakter generasi muda berdasarkan nilai-nilai agama dan pancasila, serta merealisasikannya dalam bentuk perilaku yang dapat dilihat dalam kehidupan sehari-hari.




Referensi
https://id.m.wikipedia.org/wiki/K-pophttps://id.m.wikipedia.org/wiki/Hallyu
https://id.m.wikipedia.org/wiki/K-pop
https://lifestyle.okezone.com/
https://kompas.com
https://detik.com

Sumber video:
https://youtube.com

Penulis:

Dityas Wiranto Yudho
1TA04

Macam-Macam Alat Berat Dalam Bidang Konstruksi

1.   Pengertian Alat-alat berat       Alat-alat berat (yang sering dikenal di dalam ilmu Teknik Sipil) merupakan alat yang digunakan ...